Thursday, 18 April 2013

PROFIL PULAU SAPUDI

Sapudi adalah sebuah pulau terpencil yang terletak di antara gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Madura. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah. Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Di antara gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Madura, Sapudi merupakan pulau terluas kedua setelah Pulau Kangean di antara gugusan pulau itu dan memiliki penduduk yang lumayan banyak. Pulau ini terbagi atas dua kecamatan, yakni Nonggunong di bagian utara, dan Gayam Sumenep di bagian selatan. Pulau Sapudi terkenal dengan keunggulan kerapan sapinya. Ternak sapi yang masih secara tradisional di Sapudi menjadi mata pencaharian bagi penduduk di pedesaan atau pedalaman. Sapi kerapan di Pulau Sapudi, sering menjuarai kemenangan dalam lomba kerapan baik di tingkat kecamatan maupun tingkat kabupaten di Madura yang meliputi Kabupaten Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. Di Pulau Sapudi terdapat dua makam keramat yang mana beliau dikenali sebagai penyebar ajaran agama islam yang terdahulu di Sapudi. Makam keramat itu dikenal dengan sebutan Asta. Yaitu Asta Belingi dan Asta Nyamplong. Di Asta Belingi merupakan makam sunan Wirokromo sedangkan Asta Belingi merupakan makan sunan Wiribroto.Sebagai kebiasaan orang-orang di sana setiap minggu atau sebulan sekali pergi berziarah ke makam tersebut sebagai sarana kirim doa dan tasyakuran. Masyarakat Sapudi pada umumnya penuh dengan semangat dan jiwa sosial yang tinggi. terlebih lagi apabila ada pendatang dari daerah jauh. Mereka senantiasa menyambutnya dengan penuh ramah tamah. Dan luar biasanya daerah ini masyarakatnya sejahtera dengan menyeluruh tanpa ada kekurangan. Para pengemis pun bisa dibilang tidak ada. luar biasa kesederhanaan pulau ini membuat masyarakatnya tenang, tentram dan bahagia. Ironisnya pulau ini begitu terpencil jauh dari jangkauan pemerintah. Lembaga-lembaga pendidikan begitu kurang memadai padahal secara kognitif anak-anak didik tidak jauh berbeda bila dibanding dengan anak-anak kota. Sementara listrik masih menggunakan tenaga diesel (PLTD) . Parahnya lagi, listrik hanya boleh menyala selama 12 jam untuk malam hari yatu dari jam 17:00-05:00 pagi. Jalan-jalan aspal sepanjang pinggir pantai telah banyak yang rusak tanpa kepedulian dari pemerinta. (kacian jg yach,,). Namun, yang paling mengagumkan adalah pasir putih sepanjang pantai yang membuat pulau ini tetap tampak indah dan asri. Sungguh menyenangkan bila keliling pulau ini sambil menikmati pemandangan alami dan tradisional. (ciuuuuss dech). 
Bagi teman-teman yang mau berwisata atau sekedar liburan melepas penat, pulau ini adalah menjadi pilihan menarik. Oya, bagi kawan-kawan yang hendak menenangkan diri di pulau ini ada dua alat transportasi. Yaitu dengan naik kapal Ferry atau perahu barang. Bisa melalui pelabuhan Jangkar-Situbondo atau pelabuhan Kaliangaet-Sumenep. 
Mungkin tu aja dulu postingan kali ini dan silahkan kunjungi lain kali dengan tema berbeda. (dachh)

No comments:

Post a Comment